Senin, 17 Februari 2014

Prolog

   Lalu bayangan itu semakin kabur. Suara langkahnya terdengar menjauh. Dia pergi. Dia benar-benar pergi. Sesuatuku telah pergi. Entah, salahku apa? Aku memang terlalu egois, tetapi bukan dengan cara ini. Bukan dengan menyakitiku.
   "Al..." Rintihku memanggilnya dalam sela tangis. "Jangan tinggalkan aku. Kenangan ini sudah mendarah daging. Kita pernah berjanji bahwa kita tak pernah berakhir."
   "Maaf, Jane."
   Dan, itulah kata terakhir yang terdengar olehku sebelum akhirnya ia menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar